Rabu, 28 Januari 2026

Agam, Mediorra. com — Dinas Sosial Kabupaten Agam memperkuat sinergi dan koordinasi penanganan permasalahan sosial melalui rapat koordinasi (Rakor) perdana bersama seluruh Pendamping Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) se-Kabupaten Agam. Kegiatan ini berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Lubuk Basung, Rabu (28/1).

Rakor Perdana Dinsos Agam Satukan Langkah Pendamping PKH Perkuat Layanan Sosial

Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Villa Erdi, S.Sos., M.Si, didampingi jajaran kepala bidang. Kegiatan ini menjadi momentum awal penyatuan langkah antara Dinas Sosial dan para pendamping sosial dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesejahteraan masyarakat.


Turut hadir dalam rakor ini Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Azmar, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Hasneril, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Desi Nofia, serta Irianti, selaku AKS Fungsional Pekerja Sosial. Kehadiran jajaran struktural dan fungsional tersebut menegaskan komitmen Dinas Sosial Agam dalam membangun koordinasi lintas bidang.


Dalam kesempatan itu disampaikan bahwa saat ini sebanyak 63 Pendamping Sosial PKH di Kabupaten Agam telah diangkat sebagai ASN PPPK Kementerian Sosial, serta satu orang sebagai PPPK paruh waktu. Seluruh pendamping tersebut tersebar di berbagai kecamatan dan siap berkontribusi aktif dalam pelayanan sosial kepada masyarakat.


Dalam arahannya, Villa Erdi menekankan pentingnya kolaborasi yang solid antara pendamping sosial dan Dinas Sosial, khususnya dalam merespons berbagai persoalan sosial di lapangan. Ia juga menegaskan perlunya pertukaran informasi yang cepat dan akurat terkait kebijakan terbaru dari Kementerian Sosial.


“Saya berharap dengan adanya ASN Kementerian Sosial di setiap kecamatan, sinergi dapat terbangun lebih kuat, sehingga penanganan permasalahan sosial bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.


Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim Pendamping Sosial Kabupaten Agam, Ahmad Syukri, menyambut baik arahan Kepala Dinas Sosial. Ia menegaskan komitmen para pendamping untuk terus hadir di tengah masyarakat dan berkolaborasi aktif dengan pemerintah daerah.


“Sebagai pekerja sosial, kami siap berkolaborasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Agam. Permasalahan bantuan sosial sangat erat kaitannya dengan Dinas Sosial, sehingga koordinasi menjadi kunci utama,” ungkapnya.


Syukri juga memaparkan wilayah kerja serta berbagai kegiatan pendampingan sosial yang dilaksanakan di lapangan. Ia menjelaskan bahwa meskipun pendampingan merupakan program Kementerian Sosial, pelaksanaannya tetap akan dikoordinasikan dengan Dinas Sosial dan pemerintah kecamatan setempat.


Rakor ini turut diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas berbagai persoalan teknis dan kebijakan, mulai dari DTSEN, pemadanan data, penyaluran bantuan sosial, hingga penanganan pasca bencana di Kabupaten Agam.


Sebagai penutup, kegiatan rakor dilanjutkan dengan makan bersama di Dinas Sosial Kabupaten Agam. Momen tersebut dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi guna mempererat kebersamaan dan memperkuat komitmen kolaborasi ke depan.(Diwarsyah)