DPRD Agam Temui Kemenaker RI, Dorong Pemulihan Ekonomi dan Ketenagakerjaan Pasca Bencana
Jakarta, Mediorra.com — Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Agam melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) guna menyampaikan aspirasi masyarakat terkait percepatan pemulihan pasca bencana banjir bandang dan galodo yang melanda daerah tersebut, Selasa (27/1).
![]() |
| DPRD Agam Temui Kemenaker RI, Dorong Pemulihan Ekonomi dan Ketenagakerjaan Pasca Bencana |
Rombongan DPRD Agam yang terdiri dari Dr. Novi Irwan, Alfian, Nesi Harmita, ST, Rahmad Rifai Koto, Syahrial, Jondra Marjaya, dan Novia Novel disambut langsung oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, Dr. Ir. H. Afriansyah Noor, M.Si, bersama jajaran direktur jenderal dan staf ahli menteri.
Dalam pertemuan tersebut, para wakil rakyat menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Kemnaker RI terhadap Kabupaten Agam sejak masa tanggap darurat hingga memasuki fase transisi pemulihan pasca bencana.
Selain rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur, DPRD Agam menekankan pentingnya pemulihan di sektor ketenagakerjaan sebagai pengungkit ekonomi masyarakat terdampak.
“Kami berharap rehab dan rekonstruksi tidak hanya menyasar infrastruktur, tetapi juga program ketenagakerjaan. Pemulihan ekonomi dan pengurangan angka pengangguran di Agam perlu didukung melalui program padat karya, tenaga kerja mandiri, pelatihan life skill, serta program prioritas lainnya,” ujar Dr. Novi Irwan, didukung oleh anggota DPRD Agam lainnya.
Secara bergantian, anggota DPRD Agam turut memaparkan kondisi daerah pasca bencana serta aspirasi masyarakat dari daerah pemilihan masing-masing, khususnya terkait kebutuhan lapangan kerja dan penguatan ekonomi lokal.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, Dr. Ir. H. Afriansyah Noor, M.Si Dt. Rajo Basa—putra Minang asal Pagaruyuang dan Lubuk Basung—menegaskan bahwa pemulihan wilayah terdampak bencana merupakan komitmen pemerintah pusat melalui akselerasi pembangunan dengan semangat Sumatera Bangkit.
“Ini adalah komitmen Bapak Presiden Prabowo Subianto yang ditindaklanjuti oleh seluruh jajaran kementerian,” tegas Wamenaker.
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah program Kementerian Ketenagakerjaan yang dapat diarahkan ke Kabupaten Agam. Di antaranya Program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) atau Tenaga Kerja Pemula, yang menyasar masyarakat terdampak—khususnya generasi muda—melalui pelatihan berbasis potensi daerah oleh Balai Pelatihan Vokasi.
Selanjutnya, Program Padat Karya yang memungkinkan kelompok masyarakat di nagari-nagari mengusulkan kegiatan perbaikan infrastruktur terdampak bencana, seperti irigasi, jembatan, dan jalan. Setiap lokasi usulan berpeluang memperoleh dukungan anggaran hingga Rp100 juta dan melibatkan sekitar 30 tenaga kerja lokal.
Selain itu, peserta program tenaga kerja mandiri pasca pelatihan akan memperoleh bantuan modal usaha sebesar Rp5 juta. Kemnaker juga memastikan sejumlah program lainnya akan diprioritaskan bagi wilayah terdampak bencana melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat.
Wamenaker turut mengingatkan pentingnya sinergi lintas pihak, termasuk peran DPRD dalam mendukung, mengawal, serta melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Di akhir pertemuan, DPRD Kabupaten Agam secara resmi menyerahkan proposal permohonan program pembinaan ketenagakerjaan untuk Kabupaten Agam tahun anggaran 2026 kepada Kementerian Ketenagakerjaan RI. (Diwarsyah)
