Kadis Pertanian Agam Turun ke Matur, Dorong Inovasi Petani dan Perkuat Ketahanan Pangan
Kunjungan diawali di lokasi Sekolah Lapang Sawah Pokok Murah (SL SPM) Kelompok Tani Andaleh Saiyo, Nagari Matua Hilia. Pada pertemuan keempat program tersebut, Heri Prasetyo menegaskan pentingnya penerapan inovasi dan efisiensi dalam budidaya pertanian guna meningkatkan hasil produksi sekaligus menekan biaya usaha tani.
Salah satu langkah yang ditekankan adalah pemanfaatan jerami sebagai bahan organik untuk lahan Sawah Pokok Murah. Menurutnya, pengembalian jerami ke lahan pertanian tidak hanya membantu menjaga kesuburan tanah, tetapi juga menjadi solusi efektif dalam mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia dan menekan biaya produksi petani.
“Jerami yang selama ini sering dianggap limbah memiliki nilai besar bagi pertanian. Dengan mengembalikannya ke tanah, petani dapat meningkatkan kualitas lahan sekaligus menghemat biaya usaha tani,” ujarnya saat memberikan pembinaan.
Usai kegiatan di Nagari Matua Hilia, rombongan melanjutkan kunjungan ke lokasi Panen Jagung Brigade Pangan Matur Sejahtera di Jorong Saribulan, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur. Di lokasi tersebut, Kepala Dinas berdialog langsung dengan petani dan meninjau hasil panen sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan produksi komoditas strategis.
Dalam kesempatan itu, Heri Prasetyo mengajak seluruh petani untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan konsistensi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Ia menegaskan bahwa keberhasilan sektor pertanian tidak dapat dicapai tanpa sinergi yang kuat antara pemerintah, penyuluh, dan para petani.
Melalui pendampingan berkelanjutan serta penerapan teknologi dan inovasi pertanian yang tepat, diharapkan produktivitas pertanian di Kecamatan Matur terus meningkat, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan daerah maupun nasional.(Diwarsyah)

