Kalapas Budi Suharto Kembangkan Peternakan Petelur Produktif
0 menit baca
Lubuk Basung, Mediorra.com – Komitmen dalam mendukung program ketahanan pangan terus diwujudkan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lubuk Basung melalui pengembangan peternakan ayam petelur di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE).
Kepala Lapas Kelas IIB Lubuk Basung, Budi Suharto, menjelaskan bahwa saat ini peternakan ayam petelur yang dikelola di lingkungan SAE memiliki populasi sekitar 300 ekor ayam, dengan hasil produksi mencapai 260 butir telur setiap hari.
Menurutnya, pengelolaan peternakan dilakukan secara optimal dengan memperhatikan kesehatan dan produktivitas ternak. Selain pemberian pakan dan air minum secara rutin, ayam petelur juga mendapatkan vaksinasi serta obat perangsang bertelur guna menjaga kondisi kesehatan dan meningkatkan hasil produksi.
“Program ini tidak hanya bertujuan mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan pembinaan keterampilan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP),” ujar Budi Suharto.
Hasil panen telur yang diperoleh dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan di dapur Lapas Lubuk Basung. Selain itu, sebagian hasil produksi juga dipasarkan kepada masyarakat sekitar sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.
Pendapatan dari penjualan telur tersebut selanjutnya dikelola melalui koperasi sebagai modal dasar yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kebutuhan pegawai Lapas.
Budi Suharto berharap program peternakan ayam petelur ini dapat terus berkembang, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas produksi, sehingga memberikan manfaat yang semakin besar bagi seluruh pihak.
“Ke depan, kami berharap kualitas dan kuantitas peternakan ayam petelur ini dapat terus ditingkatkan agar manfaatnya semakin dirasakan oleh semua pihak, baik warga binaan, pegawai lapas, maupun masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Melalui pengelolaan peternakan yang berkelanjutan, Lapas Kelas IIB Lubuk Basung menunjukkan bahwa lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga mampu menjadi pusat pemberdayaan yang produktif, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat.(Diwarsyah)
