Headline

Groundbreaking Huntap Mandiri Berbasis Sepablock Dimulai di Agam, Perkuat Kolaborasi untuk Keselamatan Warga

Agam, Mediorra.com — Pemerintah Kabupaten Agam bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mempercepat upaya pemulihan pascabencana melalui pembangunan Hunian Tetap (Huntap) Mandiri berbasis teknologi Sepablock. Program tersebut resmi dimulai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) di Jorong Saleh Aia, Kecamatan Palembayan, Kamis (16/4/2026).

Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Utama BNPB, Dr. apt. Rustian, S.Si., M.Kes., didampingi Wakil Bupati Agam, H. Muhammad Iqbal, S.E., M.Com., serta Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Dr. Mhd. Lutfi AR, S.H., M.Si. Turut hadir Ketua Harian Unsur Pengarah BNPB, Brigjen Pol (Purn) Ir. Ary Laksamana Widjaja, S.H., M.Si., Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Provinsi Sumatera Barat, Joko Siswoyo, S.T., M.T., Direktur Rehabilitasi dan Rekonstruksi Infrastruktur BNPB, Afrial Rosya, serta perwakilan PT Semen Padang.


Dalam sambutannya, Sestama BNPB menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam setiap tahapan penanggulangan bencana, mulai dari tanggap darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.


“Keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi. Oleh karena itu, seluruh unsur harus bergerak cepat, tepat, dan mengedepankan kolaborasi dalam setiap langkah penanganan bencana,” ujarnya.


Sementara itu, Wakil Bupati Agam, H. Muhammad Iqbal, menyampaikan bahwa program Huntap Mandiri memberikan fleksibilitas bagi masyarakat dalam memperoleh hunian yang layak, terutama bagi warga yang memiliki lahan terbatas.


“Dari pandangan kami di Pemerintah Daerah, Huntap Mandiri ini lebih fleksibel. Masyarakat yang memiliki lahan, meskipun terbatas, tetap bisa dibangunkan hunian. Namun bagi yang belum memiliki lahan, tidak perlu khawatir, karena pemerintah daerah bersama pemerintah pusat akan menyiapkan hunian tetap di lokasi terpusat,” ungkapnya.


Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap bersabar dan optimistis dalam menghadapi proses pemulihan pascabencana yang membutuhkan waktu dan kerja bersama.


“Kami memahami bahwa kerusakan yang terjadi cukup besar, baik infrastruktur seperti jembatan, sekolah, maupun rumah warga. Insya Allah, semua akan kita bangun kembali secara bertahap. Yang terpenting, kita tetap kompak antara pemerintah dan masyarakat, sehingga target pembangunan dapat tercapai dengan baik,” tambahnya.


Lebih lanjut, Wakil Bupati berharap kehadiran BNPB dapat terus memberikan dukungan dan semangat bagi masyarakat Agam untuk bangkit kembali.


“Kami optimistis, dengan dukungan pemerintah pusat, provinsi, dan kerja sama seluruh pihak, Kabupaten Agam akan bangkit dan berjaya kembali,” tutupnya.


Pembangunan Huntap Mandiri ini mengadopsi teknologi Sepablock, yakni sistem bata interlock yang memungkinkan proses konstruksi berlangsung lebih cepat dan efisien, serta memiliki ketahanan terhadap gempa dan ramah lingkungan.


Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Agam, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Agam beserta jajaran, Wakapolres Agam Kompol Mudasir, S.H., M.H., serta perwakilan TNI. Hadir pula para kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Agam serta insan pers.


Pemerintah Kabupaten Agam berharap, melalui dimulainya pembangunan Huntap Mandiri ini, masyarakat terdampak bencana di Kecamatan Palembayan dapat segera menempati hunian yang layak, aman, dan berkelanjutan. Program ini sekaligus diharapkan menjadi model penanganan pascabencana berbasis kolaborasi yang dapat direplikasi di wilayah lain di Sumatera Barat.(Diwarsyah)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image