Mahasiswa Didorong Sampaikan Kritik Berbasis Kajian, Demi Lahirkan Kebijakan yang Lebih Berkualitas
Direktur Eksekutif Kata Rakyat, Alwan Ola Riantobi, menegaskan bahwa demonstrasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Namun demikian, ia mengingatkan agar setiap aksi mahasiswa dibangun di atas landasan data, riset, dan analisis yang objektif, bukan sekadar bertujuan melemahkan pemerintah.
"Kita berharap tidak ada oknum yang menunggangi aksi mahasiswa yang ingin menggembosi pemerintah," ujar Alwan.
Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto menunjukkan sikap terbuka terhadap berbagai kritik yang disampaikan masyarakat. Ia menilai pemerintah memberikan ruang dialog sebagai bentuk penghormatan terhadap prinsip-prinsip demokrasi.
"Demonstrasi itu bagus untuk negara demokrasi. Hal yang perlu diapresiasi kepada pemerintah adalah mau menerima dan membuka dialog dengan demonstran," katanya.
Alwan berpandangan bahwa gerakan moral mahasiswa perlu berkembang menjadi gerakan intelektual yang mengedepankan kajian akademik. Dengan demikian, setiap tuntutan yang disampaikan tidak hanya mengkritisi persoalan, tetapi juga menghadirkan alternatif solusi yang dapat dipertimbangkan dalam proses penyusunan kebijakan.
Ia meyakini kritik yang disertai rekomendasi konkret akan memiliki daya dorong lebih besar dan lebih sulit diabaikan oleh para pengambil keputusan.
Sebagai contoh, Alwan menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurutnya merupakan salah satu komitmen Presiden Prabowo dalam merealisasikan janji politik kepada masyarakat. Ia menilai apabila ditemukan kekurangan dalam implementasi program tersebut, pemerintah telah menunjukkan respons melalui langkah mitigasi dan membuka ruang untuk penyempurnaan.
"MBG merupakan bentuk komitmen Pak Prabowo dalam menepati janji politik kampanyenya. Ketika ada kekurangan dalam implementasi MBG, pemerintah langsung melakukan mitigasi dan membuka ruang perbaikan ke depan," ungkapnya.
Di akhir pernyataannya, Alwan berharap gerakan mahasiswa tetap berorientasi pada kepentingan publik dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan politik praktis.
Menurutnya, sinergi antara aksi lapangan dan kajian ilmiah akan memperkuat kualitas demokrasi Indonesia. Demonstrasi yang didukung riset yang matang diyakini mampu menjadi instrumen pengawasan yang efektif sekaligus mendorong lahirnya kebijakan publik yang lebih tepat sasaran dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.(Diwarsyah)
