Pembangunan di Papua Kian Masif, Bappenas Tegaskan Komitmen Negara Hadir Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
0 menit baca
WAMENA, Mediorra.com – Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam mempercepat pembangunan di Tanah Papua melalui pemerataan pembangunan lintas sektor. Langkah tersebut menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah Papua Pegunungan yang masih tergolong sebagai provinsi baru.
Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Abdul Malik Sadat Idris, menegaskan bahwa pembangunan di seluruh wilayah Papua harus dilakukan secara merata agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta mempercepat pembangunan daerah melalui perencanaan yang matang dan terintegrasi dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah.
Menurut Abdul Malik, Papua Pegunungan memiliki peluang besar untuk berkembang apabila didukung regulasi yang sederhana dan sistem perizinan yang mudah. Dengan demikian, investasi dapat tumbuh lebih cepat sehingga berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
"Di daerah lain regulasi dan sistem perizinannya sudah sangat kompleks. Kami berharap di Papua Pegunungan hal itu tidak terjadi sehingga percepatan pembangunan dapat diwujudkan melalui masuknya investasi," ujarnya di Wamena.
Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan status kekhususan Papua melalui kebijakan Otonomi Khusus (Otsus). Menurutnya, kebijakan tersebut harus mampu memberikan ruang yang lebih luas bagi Orang Asli Papua (OAP) untuk berusaha, memperoleh pekerjaan, mengakses pendidikan, serta menarik investasi yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Abdul Malik menambahkan, pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,11 persen pada 2025 menunjukkan tren positif dan diproyeksikan terus meningkat. Pemerintah bahkan menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional berada pada kisaran 6 hingga 7,5 persen pada 2027.
Dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin kuat, pemerintah optimistis angka kemiskinan di berbagai wilayah, termasuk di Tanah Papua, dapat terus ditekan melalui pembangunan yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Lebih lanjut, Abdul Malik menilai masyarakat di wilayah Indonesia bagian barat juga dapat belajar dari ketangguhan masyarakat Papua Pegunungan yang selama bertahun-tahun hidup dengan tingkat kemahalan yang tinggi. Karena itu, pemerataan pembangunan menjadi langkah penting agar masyarakat di kawasan timur Indonesia dapat merasakan manfaat pembangunan secara setara.
"Pembangunan yang merata adalah kunci agar seluruh masyarakat Indonesia, termasuk di Papua, merasakan kehadiran negara dan menikmati hasil pembangunan secara adil," pungkasnya.(Diwarsyah)

