Headline

Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Resiliensi Media, Dukung Percepatan Pembangunan Papua


Timika, Mediorra.com – Sinergi antara media, pemerintah, akademisi, lembaga riset, dan organisasi masyarakat sipil menjadi kunci dalam memperkuat resiliensi media sekaligus mendukung percepatan pembangunan Papua yang inklusif dan berkelanjutan. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk membangun ekosistem informasi yang sehat, meningkatkan literasi digital, serta membudayakan verifikasi informasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi.


Hal itu disampaikan Tokoh Media Papua sekaligus Direktur Media Seputar Papua, Misbah Latuapo, dalam Workshop Penguatan Riset, Advokasi, dan Pengembangan Jejaring Aktor Lokal dalam Perlindungan Warga Sipil Papua yang digelar di Timika.


Menurut Misbah, kemajuan teknologi digital, media sosial, hingga kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) telah membuka ruang yang luas bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan melalui penyebaran informasi yang edukatif, konstruktif, dan bertanggung jawab.


"Di era digital saat ini, tanggung jawab menyampaikan informasi yang benar bukan hanya berada di tangan jurnalis profesional, tetapi juga seluruh masyarakat yang aktif menggunakan media sosial. Karena itu, budaya verifikasi harus menjadi kebiasaan bersama sebelum membagikan informasi kepada publik," ujarnya.


Ia menegaskan, kualitas informasi yang akurat dan berbasis data memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus mendukung berbagai agenda pembangunan yang tengah dijalankan di Papua, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.


Menurutnya, ruang informasi yang sehat akan mendorong partisipasi publik yang lebih luas sehingga mampu mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat Papua.


"Setiap informasi yang kita unggah harus memiliki manfaat sosial. Pertanyaannya sederhana, apakah informasi itu membantu menyelesaikan masalah atau justru memperkeruh keadaan. Kesadaran ini penting agar media sosial menjadi instrumen pembangunan masyarakat," katanya.


Misbah juga menyoroti pentingnya pendekatan berbasis riset dalam setiap produksi konten publik, termasuk film dokumenter. Ia menilai sebuah dokumenter tidak cukup hanya menyajikan fakta visual, melainkan harus didukung data yang valid, narasumber yang kredibel, pemahaman terhadap konteks persoalan, serta menawarkan perspektif solusi.


"Ke depan, kerja advokasi harus selalu dibangun di atas fondasi riset yang kredibel dan komunikasi publik yang bertanggung jawab," tegasnya.


Lebih lanjut, Misbah menilai kolaborasi antara media, peneliti, pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat sipil merupakan modal penting dalam menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran. Sinergi lintas sektor tersebut menunjukkan bahwa pembangunan Papua bukan semata menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan merupakan kerja bersama seluruh elemen bangsa.


"Perubahan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat harus dibangun melalui data yang valid, informasi yang akurat, dan kolaborasi yang kuat antaraktor lokal. Di sinilah pentingnya sinergi antara media, peneliti, dan masyarakat sipil untuk menghadirkan advokasi yang lebih efektif dan berdampak," pungkasnya.


Melalui kolaborasi yang semakin kuat, penguatan literasi digital, budaya verifikasi informasi, serta komunikasi publik yang bertanggung jawab diharapkan mampu menciptakan ekosistem media yang tangguh dan menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan Papua yang maju, damai, inklusif, dan sejahtera.(Diwarsyah)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image