Puluhan Lubang Ancam Pengguna Jalan, Warga Lubuk Basung Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak
Agam, Mediorra — Aksi protes warga terhadap kondisi jalan rusak di Lubuk Basung, Kabupaten Agam, kian mencolok. Sejumlah warga menanam pohon pisang di badan jalan yang berlubang sebagai bentuk peringatan bagi pengendara sekaligus sindiran atas lambannya perbaikan.
Pantauan Mediorra pada Selasa (28/4) menemukan sedikitnya dua titik penanaman pohon pisang, yakni di kawasan Pasar Balai Salasa dan di hilir Pasar Lama Lubuk Basung. Di sepanjang ruas jalan dari Simpang Gudang hingga Pasar Lama, terlihat puluhan lubang dengan ukuran bervariasi yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Seorang warga setempat, Andi (45), mengatakan kondisi jalan tersebut sudah lama dikeluhkan masyarakat karena sering menyebabkan kecelakaan, terutama saat hujan turun pada malam hari.
“Sudah banyak korban jatuh di sini, apalagi kalau hujan malam. Lubang tidak kelihatan, jadi pengendara sering terperosok,” ujarnya.
Hal senada disampaikan warga lainnya, Rinaldi (38), yang menyebut kerusakan jalan tidak hanya membahayakan pengendara roda dua, tetapi juga merugikan pengguna mobil.
“Kalau mobil, paling sering velg yang jadi korban. Banyak yang penyok karena menghantam lubang,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Agam, Ofrizon, menjelaskan bahwa ruas jalan tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Ia menyebutkan, ruas jalan dari Simpang Gudang Manggopoh hingga Simpang Padanglua merupakan jalan provinsi dengan nomor ruas P.025 dan memiliki panjang 69,43 kilometer.
“Bupati Agam telah menginstruksikan agar dilakukan koordinasi intensif dengan Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat serta UPTD Jalan dan Jembatan di Bukittinggi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hasil koordinasi dengan Kepala UPTD Jalan dan Jembatan Wilayah III Dinas BMCKTR Provinsi Sumatera Barat, didapat kesimpulan bahwa penanganan awal akan difokuskan pada perbaikan gorong-gorong yang rusak.
“Perbaikan gorong-gorong akan segera dilakukan dengan rencana pemasangan box culvert sebagai solusi teknis yang paling sesuai dengan kondisi di lapangan,” jelas Ofrizon.
Selain itu, pemerintah juga telah mengidentifikasi sejumlah ruas jalan lain yang mengalami kerusakan, termasuk jalan berlubang di berbagai titik. Perbaikan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan keterbatasan anggaran serta tingkat urgensi.
“Perbaikan dilakukan bertahap, dengan memprioritaskan titik-titik yang paling mendesak,” katanya.
Untuk tahun 2026, terdapat beberapa paket pekerjaan jalan yang akan dilaksanakan melalui dukungan pemerintah provinsi, di antaranya ruas Manggopoh–Padang Luar, Matur–Palembayan dan Padang–Koto Gadang.
“Khusus ruas Manggopoh–Padang Luar, dialokasikan anggaran sekitar Rp20 miliar. Selanjutnya akan dilakukan survei lanjutan untuk menentukan titik prioritas agar pekerjaan optimal,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Agam pun mengimbau masyarakat untuk bersabar dan tetap berhati-hati saat melintasi ruas jalan yang rusak.
“Kami berharap masyarakat bersabar karena perbaikan dilakukan secara bertahap dan terencana. Dengan upaya ini, kondisi jalan diharapkan semakin baik dan mendukung kelancaran aktivitas masyarakat,” tutupnya.(*)
