Senin, 02 Februari 2026

Agam, Mediorra.com - Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Agam dalam beberapa hari terakhir sempat menyebabkan genangan air di kawasan Hunian Sementara (Huntara) Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan. Peristiwa tersebut ramai diperbincangkan di media sosial dan memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

Berdasarkan penelusuran di lapangan, lokasi Huntara Kayu Pasak secara geografis berada pada kontur tanah yang lebih tinggi dibandingkan badan jalan di sekitarnya, sehingga kawasan ini tidak termasuk dalam wilayah rawan banjir. Genangan yang terjadi lebih disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi dalam waktu cukup lama, serta kondisi drainase yang belum memiliki lebar dan kedalaman memadai untuk menampung debit air secara maksimal.


Informasi yang dihimpun menyebutkan, hujan lebat yang terjadi pada Sabtu (31/1) menyebabkan aliran air meluap dan menggenangi sebagian area huntara, bahkan masuk ke beberapa bilik hunian. Meski demikian, genangan tersebut tidak terjadi secara menyeluruh dan hanya berdampak pada beberapa blok huntara saja.


Merespons kondisi tersebut, warga sekitar bersama para penghuni huntara bergerak cepat melakukan gotong royong dengan memperluas dan melancarkan saluran air yang ada. Langkah ini dilakukan sebagai penanganan awal agar air dapat segera surut dan tidak kembali menggenangi hunian.


Wali Nagari Salareh Aia, Rijal Islami, membenarkan kejadian tersebut dan menegaskan bahwa peristiwa ini berada di luar prediksi karena intensitas hujan yang ekstrem.


“Kami langsung bergotong royong memperbesar selokan. Secara geografis, lokasi huntara lebih tinggi dari jalan dan bukan daerah rawan banjir. Namun hujan yang turun cukup lama dengan intensitas tinggi membuat drainase tidak mampu menampung debit air. Tidak semua bilik tergenang, hanya beberapa blok saja,” ujar Rijal Islami.


Selain upaya gotong royong masyarakat, pemerintah nagari juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk melakukan analisis ulang terhadap sistem drainase di kawasan huntara. Evaluasi tersebut bertujuan untuk memperlebar dan memperdalam saluran air agar mampu mengantisipasi kondisi cuaca ekstrem ke depan.


Dengan klarifikasi ini, diharapkan informasi yang beredar di masyarakat menjadi lebih utuh dan berimbang. Pemerintah daerah bersama masyarakat menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan infrastruktur huntara, sehingga rasa aman dan kenyamanan penghuni tetap terjaga meskipun terjadi hujan dengan intensitas tinggi.(DR)