Selasa, 27 Januari 2026

Agam, Mediorra.com — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Kabupaten Agam berlangsung sederhana namun sarat makna. Pemerintah Daerah Kabupaten Agam menggelar kegiatan tersebut di Balairung Rumah Dinas Bupati Agam, Senin malam (26/1), di tengah proses pemulihan dan rehabilitasi pascabencana hidrometeorologi.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, MM, Dt. Tan Batuah, serta dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), TNI–Polri, dan perwakilan BNPB. Turut hadir Ketua Harian Unsur Pengarah BNPB Brigjen Pol (Purn) Ir. Ary Laksmana Widjaja, S.H., M.Si, serta Tenaga Ahli BNPB Dra. Eny Supartini, MM, bersama personel BNPB yang bertugas di Kabupaten Agam.


Peringatan HUT ke-18 BNPB dilaksanakan secara sederhana melalui doa bersama sebagai wujud kebersamaan, refleksi, dan kepedulian di tengah tahapan pemulihan pascabencana. Suasana kekeluargaan semakin terasa saat acara dimeriahkan dengan prosesi pemotongan tumpeng, yang kemudian dilanjutkan dengan bagadang durian bersama seluruh unsur yang hadir.


Dalam sambutannya, Bupati Agam menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pendampingan serta kontribusi BNPB selama proses penanganan bencana di daerah tersebut.


“Semoga BNPB semakin profesional, tangguh, dan responsif dalam menjalankan tugas kemanusiaan serta terus menjadi garda terdepan dalam penanggulangan bencana di Indonesia. Kami juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam proses penyambutan maupun koordinasi terdapat kekurangan, baik dari saya pribadi maupun dari jajaran OPD,” ujar Bupati.


Bupati menegaskan bahwa pendampingan, arahan, dan berbagi ilmu yang diberikan BNPB, khususnya oleh Brigjen Pol (Purn) Ary Laksmana Widjaja dan Dra. Eny Supartini, memberikan kontribusi besar dalam memperkuat kapasitas pemerintah daerah.


“Atas nama seluruh aparatur, jajaran TNI, Polri, dan masyarakat Agam, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bimbingan dan pertolongan yang telah diberikan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Harian Unsur Pengarah BNPB, Brigjen Pol (Purn) Ir. Ary Laksmana Widjaja, menilai Kabupaten Agam layak menjadi role model dalam penanggulangan dan pemulihan pascabencana.


“Secara mekanisme, Agam menunjukkan koordinasi yang sangat baik. Yang patut disyukuri, semua unsur bergotong royong bersama. Ini tidak terlepas dari kekuatan budaya lokal dan etos kerja yang baik,” ungkap Ary.


Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh unsur di daerah apabila selama proses pendampingan terdapat sikap atau tutur kata yang kurang berkenan.


“Atas nama BNPB, saya memohon maaf kepada seluruh unsur yang terlibat apabila dalam bertugas kami terdapat kekhilafan. Semua yang kami lakukan semata-mata demi percepatan pemulihan,” ujarnya.


Menurut Ary, kolaborasi lintas sektor atau pentahelix—pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media—di Kabupaten Agam telah berjalan efektif dan patut menjadi contoh bagi daerah lain.


Momentum peringatan HUT ke-18 BNPB ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara BNPB, Pemerintah Kabupaten Agam, dan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pemulihan dan rehabilitasi pascabencana yang berkelanjutan, dengan tetap menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan kearifan lokal.(Diwarsyah)