Bukan Sekadar Dibina, WBP Lapas Lubuk Basung Hasilkan 129 Telur per Hari.
0 menit baca
LUBUK BASUNG, Mediorra.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lubuk Basung terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui pengelolaan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE).
Pada Sabtu, 22 Agustus 2026, jajaran Lapas Kelas IIB Lubuk Basung melaksanakan pengawasan rutin di area SAE, khususnya pada sektor peternakan ayam dan bebek. Pengawasan dilakukan untuk memastikan seluruh kegiatan pembinaan berjalan tertib sekaligus menjaga produktivitas peternakan.
Dalam kegiatan tersebut, petugas memeriksa kondisi kandang, memastikan ketersediaan dan pemberian pakan, serta melakukan pencatatan dan penghitungan produksi telur harian.
Hasil pemantauan menunjukkan, peternakan bebek menghasilkan sekitar 19 butir telur per hari, sementara ayam layer mampu menghasilkan sekitar 110 butir telur per hari. Dengan demikian, total produksi telur dari kedua sektor tersebut mencapai sekitar 129 butir per hari.
Kegiatan pengawasan juga menjadi bagian dari fungsi kontrol terhadap pelaksanaan tugas WBP yang bertugas di area peternakan. Selain menjaga produktivitas, aspek kesehatan ternak dan kebersihan kandang menjadi perhatian utama.
Kepala Lapas Kelas IIB Lubuk Basung, Budi Suharto, melalui kegiatan tersebut menegaskan pentingnya keberlanjutan program pembinaan kemandirian. Pengelolaan sektor peternakan diharapkan tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga memberikan pengalaman dan keterampilan kerja yang bermanfaat bagi WBP.
“Pembinaan melalui kegiatan peternakan merupakan bagian dari upaya membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat menjadi modal ketika kembali ke tengah masyarakat,” demikian substansi kegiatan pengawasan tersebut.
Secara keseluruhan, pengawasan rutin di area SAE Lapas Kelas IIB Lubuk Basung berlangsung tertib dan lancar. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen pemasyarakatan dalam menjalankan pembinaan yang produktif, terukur, dan berorientasi pada kemandirian WBP.(Diwarsyah)
