Perkuat Respons Darurat, Pemkab Agam Tambah Dua Armada Damkar Baru.
Dua kendaraan yang diberi nomor armada 08 dan 09 tersebut merupakan armada baru yang pengadaannya menggunakan dana Transfer ke Daerah (TKD). Kehadiran kendaraan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat kesiapsiagaan Damkar, terutama setelah sejumlah armada sebelumnya mengalami kerusakan akibat intensitas penggunaan dalam penanganan bencana pada akhir 2025.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Agam, Fauzi, mengatakan kedua armada tersebut disiapkan untuk mendukung pelayanan publik sekaligus meningkatkan kesiapan petugas menghadapi berbagai kondisi darurat.
“Armada Damkar Kabupaten Agam 08 dan 09 adalah dua unit armada baru yang disiapkan Kabupaten Agam untuk mendukung pelayanan publik, khususnya setelah terjadi bencana alam pada akhir tahun 2025 kemarin,” kata Fauzi, Senin (5/10/2026).
Menurutnya, penambahan armada tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan, terutama pada sektor pemadam kebakaran, evakuasi dan penyelamatan masyarakat.
“Ini adalah salah satu bukti komitmen Bupati dan Wakil Bupati Agam dalam meningkatkan pelayanan publik di Kabupaten Agam, khususnya untuk layanan pemadam kebakaran, evakuasi dan penyelamatan,” ujarnya.
Saat ini, Damkar Agam memiliki tujuh unit armada. Namun, beberapa kendaraan mengalami kerusakan cukup berat dan sebagian masih menjalani proses perbaikan.
Salah satu armada bahkan mengalami kerusakan berat setelah dikerahkan dalam penanganan bencana hidrometeorologi sekaligus membantu proses penyelamatan warga di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya.
Kondisi tersebut membuat penambahan armada menjadi kebutuhan penting. Terlebih, wilayah Kabupaten Agam memiliki cakupan geografis yang luas. Ketika terjadi kebakaran maupun bencana di daerah seperti Palembayan, Tanjung Raya, Matur dan Palupuh, petugas terkadang harus menempuh jarak puluhan kilometer dari pos Damkar yang tersedia.
Fauzi menyebut, pengadaan dua armada melalui dana TKD diharapkan dapat memperkuat kecepatan respons petugas di lapangan.
“Kalau terjadi kebakaran atau kondisi yang membutuhkan evakuasi dan penyelamatan, waktu sangat menentukan. Dengan adanya armada baru ini, kita berharap pelayanan kepada masyarakat bisa lebih cepat,” katanya.
Sementara itu, Bupati Agam Benni Warlis menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik merupakan bagian penting dalam pembangunan daerah. Menurutnya, dukungan terhadap sarana dan prasarana Damkar diperlukan agar masyarakat memperoleh pertolongan secara cepat ketika menghadapi kebakaran maupun bencana.
“Pemerintah daerah akan terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Sarana dan prasarana harus diperkuat, termasuk armada pemadam kebakaran, karena keberadaannya sangat penting dalam penyelamatan dan perlindungan masyarakat,” kata Benni Warlis.
Ia berharap armada baru tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh petugas, sekaligus memperluas jangkauan pelayanan Damkar hingga ke wilayah yang selama ini relatif jauh dari pos pemadam.
“Selain meningkatkan kesiapsiagaan, keberadaan kendaraan baru juga diharapkan mampu memperluas jangkauan pelayanan Damkar hingga ke wilayah yang selama ini cukup jauh dari pos pemadam,” sebutnya.
Penambahan armada 08 dan 09 juga menjadi bagian dari evaluasi Pemerintah Kabupaten Agam setelah menghadapi berbagai bencana pada penghujung 2025. Pemerintah daerah berupaya memastikan petugas memiliki dukungan kendaraan yang memadai ketika harus bergerak cepat menghadapi situasi darurat.
“Kita berharap hadirnya armada 08 dan 09 yang dibeli menggunakan dana TKD, Damkar Agam semakin siap menjalankan tugas. Bukan hanya memadamkan api, tetapi juga hadir dalam berbagai situasi darurat untuk melakukan evakuasi dan penyelamatan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Agam,” ujar Benni Warlis. (Diwarsyah)


