PPKLH UNP Dan Renol Energy Siap Dukung Manokwari Kelola Sampah Berbasis Teknologi, Kolaborasi STUPA-WAYANG Menuju Green Economy
0 menit baca
PADANG, Mediorra.com – Komitmen Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (PPKLH) Universitas Negeri Padang (UNP) dalam mendorong hilirisasi riset dan penerapan teknologi ramah lingkungan kembali diperkuat melalui penjajakan kolaborasi strategis bersama Ikatan Keluarga Besar Yogyakarta (IKBY) Manokwari dan Renol Energy (4/8).
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendukung implementasi program WAYANG (Warga Sayang Lingkungan), sebuah gerakan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular yang menjadi pengembangan dari program STUPA (Semangat Transformasi Untuk Pariwisata yang Amanah) yang digagas Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Kabupaten Manokwari.
Ketua IKBY Manokwari, Muhammad Subagyo Sugiarto, mengungkapkan bahwa komunikasi intensif telah dilakukan dengan Kepala PPKLH UNP, Prof. Indang Dewata, serta Direktur Renol Energy, Dr. Mulya Gusman, guna mempersiapkan implementasi teknologi pirolisis sebagai solusi pengolahan sampah menjadi energi (Waste to Energy/WTE).
Menurut Subagyo, kehadiran PPKLH UNP menjadi elemen penting karena membawa dukungan keilmuan, hasil riset, dan pendampingan akademik dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang modern, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi.
Prof. Indang Dewata menyambut positif rencana kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat merupakan implementasi nyata program kampus berdampak yang menghubungkan hasil penelitian dengan kebutuhan riil di lapangan.
"PPKLH UNP siap mendukung penerapan teknologi ramah lingkungan melalui hilirisasi riset yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat pembangunan berkelanjutan sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)," ujarnya.
Melalui kerja sama tersebut, PPKLH UNP akan berperan dalam memberikan pendampingan ilmiah terhadap penerapan teknologi pirolisis yang dikembangkan bersama Renol Energy, sehingga pengelolaan sampah anorganik, khususnya plastik, dapat diubah menjadi produk bernilai ekonomi dan energi yang ramah lingkungan.
Program WAYANG sendiri diharapkan mampu menjadi solusi atas persoalan sampah di Kabupaten Manokwari dengan mengurangi volume sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA), memperindah kawasan wisata, membuka peluang usaha baru melalui Bank Sampah dan Koperasi Sampah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Apabila terealisasi, kolaborasi PPKLH UNP, Renol Energy, dan IKBY Manokwari diharapkan menjadi model sinergi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat dalam menghadirkan inovasi pengelolaan sampah berbasis teknologi yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.(Diwarsyah)





