Headline

Agam Dapat Porsi Huntap Terbesar di Sumbar, 1.817 Unit Disiapkan untuk Warga Terdampak Bencana.




AGAM, Mediorra.com — Pemerintah terus mempercepat pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak bencana Siklon Senyar bulan November 2025 di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Dengan total 1.817 unit, Agam menjadi daerah dengan alokasi pembangunan Huntap terbanyak di Provinsi Sumatera Barat.


Dari jumlah tersebut, sebanyak 699 unit Huntap terpusat akan dibangun oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Sementara itu, 1.118 unit Huntap mandiri dan insitu akan dibangun melalui program Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).


Pembangunan Huntap mandiri menjadi salah satu skema penting dalam proses pemulihan pascabencana. Konsep tersebut memberikan ruang bagi masyarakat untuk tetap berada di lingkungan yang telah dipilih, sekaligus mendapatkan hunian yang memenuhi standar kelayakan dan keamanan.


Untuk mendukung pelaksanaan pembangunan Huntap mandiri, Pemerintah Kabupaten Agam telah menetapkan sejumlah inventor pemegang lisensi konstruksi yang akan digunakan dalam pembangunan Huntap di daerah tersebut.


Tiga jenis teknologi konstruksi yang telah ditetapkan masing-masing adalah konstruksi Bata Interlock (Sepablock) dari PT Semen Padang, bagian dari Semen Indonesia Group (SIG); Rumah Anti Gempa (RAG) dari Universitas Andalas Padang/PT Gubah Fiffarian Indotama (Guffarindo); serta konstruksi Rumah Harmonis Damai Aman Sejahtera (Rhodas) dari PT Mara Pratama Indonesia.


Sebagai bagian dari persiapan sekaligus memberikan gambaran kepada masyarakat, saat ini telah dibangun empat unit rumah contoh Huntap di sejumlah wilayah Kabupaten Agam.


Satu unit rumah contoh Sepablock dibangun di Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan. Sementara satu unit rumah Rhodas dibangun di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya. Adapun dua unit rumah dengan konstruksi RAG dibangun di Kecamatan Malalak.

Rumah Huntap yang dirancang dengan tipe 36 tersebut masuk dalam kategori layak huni dan aman bagi masyarakat. Selain mengedepankan aspek keselamatan, desain hunian juga dirancang fleksibel sehingga dapat dikembangkan sesuai kebutuhan keluarga atau dikenal dengan konsep rumah bertumbuh.


Dengan kolaborasi BNPB, pemerintah kabupaten Agam, serta para pihak yang terlibat, pembangunan Huntap mandiri di Kabupaten Agam saat ini mulai memasuki tahap pelaksanaan pada tiga lokasi yaitu di Kecamatan Palembayan, Kecamatan Tanjung Raya dan Kecamatan Malalak, yang nantinya akan dilanjutkan di wilayah lain.


Pada saat melakukan peninjauan di lokasi pembangunan huntap mandiri di kecamatan Palembayan, Ketua Harian Unsur Pengarah BNPB Brigjen Pol (Purn) Ir.Ary Laksmana Widjaja,SH,MSi, menyatakan bahwa pembangunan ini adalah bagian dari tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana yang menyasar kepada kebutuhan fisik (tempat tinggal) masyarakat terdampak bencana. Selanjutnya Ary menyatakan bahwa pembangunan huntap mandiri di Kabupaten Agam memadukan perbaikan fisik (tempat tinggal) dengan pemulihan psikologis dan ekonomi secara simultan demi normalisasi kehidupan masyarakat terdampak bencana.


Pemulihan Menyeluruh Pasca-Bencana berfokus pada tiga pilar utama, yaitu infrastruktur fisik, termasuk pembangunan huntap mandiri sebagai kebutuhan dasar tempat tinggal aman; kemudian program dukungan psikososial yang berjalan beriringan untuk menyembuhkan trauma serta memulihkan kesehatan mental para penyintas bencana; yang terakhir adalah penguatan ekonomi berupa stimulus dan pendampingan ekonomi diberikan secara simultan agar masyarakat dapat segera mandiri dan kembali produktif di lingkungan baru.


Target Akhir sinergi multidimensi ini dirancang agar proses pemulihan berjalan komprehensif, tidak sekadar membangun bangunan, tetapi juga membangun kembali kehidupan sosial ekonomi masyarakat.(Diwarsyah)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image