Jumat, 19 Desember 2025

MEDIORRA — Kepolisian Resor (Polres) Agam menghadirkan Rumah Belajar Polri di Kecamatan Palembayan sebagai upaya membantu memulihkan trauma anak-anak korban bencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut. 

Aipda Yullia Santy tengah mendampingi anak-anak korban bencana belajar mewarnai

Program ini menjadi ruang aman sekaligus sarana pemulihan psikologis bagi anak-anak yang terdampak bencana.


Salah satu anggota Polres Agam, Aipda Yullia Santy, turun langsung menjadi relawan trauma healing dengan berinteraksi bersama anak-anak melalui berbagai kegiatan kreatif dan menyenangkan. 


Mulai dari melukis, bernyanyi, hingga bermain bersama dilakukan untuk mengembalikan keceriaan anak-anak pascabencana.


“Anak-anak ini mengalami peristiwa yang tidak mudah mereka lupakan. Melalui kegiatan seperti melukis, bernyanyi dan bermain, kami berupaya menghibur mereka agar perlahan bisa kembali ceria dan tidak terus-menerus terbayang dengan kejadian banjir bandang,” ujar Aipda Yullia Santy, Kamis (18/12).


Ia menjelaskan, pendekatan yang dilakukan bersifat persuasif dan penuh empati agar anak-anak merasa aman dan nyaman. Menurutnya, tawa dan senyum anak-anak menjadi indikator awal bahwa trauma perlahan mulai berkurang.


Sementara itu, Kapolres Agam, AKBP Mauri, menegaskan bahwa kehadiran Rumah Belajar Polri merupakan wujud nyata komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi bencana.

Rumah Belajar Polri di Palembayan

“Apa yang dilakukan anggota kami melalui Rumah Belajar Polri ini adalah bentuk komitmen Polri bahwa kami ada untuk masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga kemanusiaan,” kata AKBP Mauri.


Ia menekankan bahwa anak-anak merupakan kelompok korban terdampak yang membutuhkan perhatian khusus karena kondisi psikologis mereka masih rentan.


“Anak-anak adalah korban terdampak yang perlu diperhatikan secara serius. Pemulihan trauma mereka sama pentingnya dengan pemulihan fisik pascabencana,” ujarnya.


AKBP Mauri menambahkan, Polri akan terus berupaya hadir dan berkontribusi dalam setiap tahapan penanganan bencana, mulai dari tanggap darurat hingga pemulihan.


“Polri selalu ada untuk masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat, termasuk anak-anak, tidak merasa sendiri dalam menghadapi cobaan ini,” pungkasnya.(*)