Headline

BNN Siapkan ULT P4GN di Agam, Pemkab Siapkan Sejumlah Alternatif Lahan.


AGAM, Mediorra.com — Rencana penguatan layanan Badan Narkotika Nasional (BNN) di Kabupaten Agam mulai memasuki pembahasan yang lebih serius. Bukan hanya soal pencegahan dan rehabilitasi narkotika, BNN juga tengah mendorong pembangunan Unit Layanan Terpadu (ULT) P4GN yang membutuhkan lahan hingga sekitar 10 hektare.

Menariknya, Pemerintah Kabupaten Agam telah menyiapkan sejumlah alternatif lokasi. Dua di antaranya yakni lahan eks HGU PT Inang Sari dan aset pemerintah daerah di kawasan Dalko.

Rencana tersebut terungkap saat Kepala BNN Provinsi Sumatera Barat, Toton Rasyid SH MH, bersilaturahmi dengan Bupati Agam Ir H Benni Warlis MM Dt Tan Batuah di Rumah Dinas Bupati Agam, Padang Baru, Lubuk Basung, Rabu (16/9/2026).

Pertemuan itu tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi. Penguatan layanan P4GN di Kabupaten Agam menjadi salah satu pembahasan utama, menyusul kebutuhan menghadirkan layanan BNN yang lebih dekat dengan masyarakat.

Toton menjelaskan, ULT P4GN dapat dibentuk di kabupaten atau kota yang belum memiliki instansi vertikal BNN seperti Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK).

“Pencegahan, pemberantasan dan rehabilitasi harus berjalan secara beriringan. Pencegahan juga membutuhkan pendekatan kepada masyarakat agar kesadaran terhadap bahaya narkotika semakin meningkat,” ujarnya.

ULT P4GN yang direncanakan di Agam nantinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat layanan rehabilitasi. BNN juga membuka peluang pengembangan fasilitas tersebut untuk program pelatihan bagi masyarakat maupun penerima layanan.

Bahkan, apabila tersedia lahan yang memenuhi kebutuhan pembangunan, fasilitas tersebut berpotensi dikembangkan menjadi balai besar rehabilitasi.

Untuk itu, BNN membutuhkan lahan dengan luas maksimal sekitar 10 hektare.

Kebutuhan tersebut menjadi bagian penting dalam pembahasan bersama Pemkab Agam, terutama untuk memastikan lokasi yang disiapkan nantinya benar-benar sesuai dengan kebutuhan fasilitas.

Toton menyebutkan, layanan BNN di Sumatera Barat sebelumnya baru tersedia di lima kabupaten/kota. Sementara Kabupaten Agam masih berada dalam zonasi pelayanan BNN Kabupaten Pasaman Barat.

Dengan adanya ULT P4GN, akses masyarakat Agam terhadap layanan pencegahan dan rehabilitasi diharapkan menjadi lebih dekat.

“Fungsi pencegahan, rehabilitasi dan layanan lainnya dapat dikolaborasikan dengan berbagai program dan kegiatan Pemerintah Kabupaten Agam,” katanya.

Bupati Agam Benni Warlis menyatakan Pemkab Agam menyambut baik rencana tersebut.

Menurutnya, penguatan layanan narkotika memang dibutuhkan karena persoalan peredaran narkoba masih menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.

“Agam memang tidak bisa dipungkiri, di sekitar kita masih ada peredaran narkoba. Karena itu, kami menyambut baik rencana untuk mendirikan unit layanan di Agam,” ungkapnya.



Pemkab Agam, kata Bupati, masih membahas lokasi yang memungkinkan untuk mendukung pembangunan ULT P4GN.

Dua alternatif yang disebut dalam pembahasan yakni lahan eks HGU PT Inang Sari dan aset pemerintah daerah di kawasan Dalko.

Namun, belum ada keputusan final mengenai lokasi tersebut. Ketersediaan lahan, kesesuaian dengan kebutuhan pembangunan serta berbagai aspek lainnya masih akan dikaji lebih lanjut.

“Secara umum Pemerintah Kabupaten Agam setuju dan mendukung rencana ini. Namun, tentu masih perlu kita bicarakan lebih lanjut, terutama terkait lokasi dan kesiapan lahannya,” ujar Benni.

Selain pembangunan fasilitas, BNN juga mendorong agar strategi pencegahan diperkuat melalui sektor pendidikan.

Toton menilai generasi muda perlu mendapatkan pemahaman mengenai bahaya narkotika sejak dini. Tidak hanya siswa, guru juga dinilai perlu mendapatkan pembekalan dan pelatihan.

“Anak-anak perlu diberikan pemahaman sejak dini agar mereka mampu terhindar dari penyalahgunaan narkoba. Tidak hanya siswa, para guru juga perlu mendapatkan pembekalan dan pelatihan,” jelasnya.

Upaya edukasi tersebut saat ini terus diperluas. Toton menyebut, jika sebelumnya sosialisasi ditargetkan menjangkau sekitar 100 ribu audiens per tahun, kini jangkauannya telah mencapai lebih dari lima juta audiens.

Benni Warlis menegaskan, penanganan narkotika tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan BNN. Dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun pencegahan yang berkelanjutan.

Bahkan, Pemkab Agam menilai unsur masyarakat yang memiliki pengaruh kuat dalam kehidupan sosial dan budaya Minangkabau perlu dilibatkan, termasuk niniak mamak dan alim ulama.

“Di Sumatera Barat, khususnya di ranah Minang, peran niniak mamak dan alim ulama sangat besar. Mereka harus ikut dilibatkan dalam upaya pencegahan dan penanganan narkoba,” jelasnya.

Menurut Bupati, rehabilitasi juga tidak boleh berhenti pada proses layanan semata. Mereka yang pernah terjerat narkotika membutuhkan pendampingan berkelanjutan agar dapat kembali menjalani kehidupan secara baik di tengah masyarakat.

“Ini merupakan persoalan yang tidak bisa ditangani hanya sekali saja. Harus berkelanjutan. Karena itu, kita berharap rencana ini dapat berjalan sesuai harapan dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Agam,” pungkasnya.(Diwarsyah)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image